Hendaknya kasih ditunjukkan dengan perbuatan, misalkan pengorbanan, tidak mengharapkan kembali, tulus, dan ketekunan/konsistensi. Termasuk kasih pada Tuhan, Allah kita.
Kemarin aku sempat makan siang bersama Romo Ramon dari Opus Dei Surabaya, beliau banyak sekali sharing iman pada aku. Dari sharing hidupku, hidupnya sebelum jadi Romo, sains dan agama dan kenapa banyak Romo menjadi ahli sains, bahkan sampai S3, dan yang penting, sharing cara beliau meneguhkan kesetiaan imannya. Aku dapat hal penting yaitu, Iman dan Kasih dibuktikan dalam kesetiaan, namun JUGA TUMBUH KARENA KESETIAAN.
Pagi ini aku dikejutkan nasabah, tiba-tiba dia top-up dana, dan cukup menghasilkan buat keluargaku, padahal kemarin aku sudah (ternyata) beberapa kali mencobai Tuhan. Sebagai seorang RM (Relationship Manager), aku senang sekali, namun mari ubah penyebabnya, bukan karena uangnya terutama, tapi terutama karena Tuhan setia dalam janji-Nya (kalau kita jaga kekudusan, berkat Tuhan tepat pada waktu-Nya).
Maka, begitu selesai mengurusnya (karena aku ditelpon pagi2), aku makan suplemen, dan kopi, sebelum aku utak-atik dumbbell, aku langsung berdoa dulu seperti biasa, MUMPUNG SADAR AKU MAU SETIA JUGA (karena kalau sudah tidak sadar, bisa2 terlalaikan bro.. 😝).
Jadi, mari kita setia dalam doa-doa kecil, maka kita akan bisa setia dalam doa-doa besar, dalam kasih pada Tuhan dan keluarga, dan kita dipakai Tuhan jadi saluran berkat-Nya. Misal:
- Doa persembahan pagi
- Doa hening pagi
- Doa malaikat Tuhan jam 12 siang
- Misa harian
- Doa sore
- Doa hening sore
- 3x Salam Maria sebelum tidur
Tuhan memberkati kita semua, dalam nama Yesus, Tuhan dan Juruselamat kita.

Comments
Post a Comment