Skip to main content

10 Mar 2019 - Kudus VS Keren



Mana nih yang penting, apalagi kalau kita-kita masih muda... Tar kalau kudus kayak orang sok suci.. Mending keren.. KATA SIAPEEEE??

Kenyataannya..

Kudus itu bisa keren, kalau keren kebanyakan gak kudus..

Bro, sis, manfaat jadi keren (yang tidak kudus) tuh, ya cuma keren, dikagumi orang, dipercaya orang, dsb... Kalau manfaat jadi kudus (yang tidak keren) tuh, disukai Tuhan, dikagumi Tuhan, tapi minta apapun dikabulkan Tuhan, termasuk kalau mau jadi keren juga dikabulkan Tuhan.... Akhirnya bisa jadi kudus plus keren juga.

Ceritanya...

Aku dulu pengen jadi keren (jadi diri sendiri, 100%, dikagumi orang sebagai "best version" of me #ngutipcaptainmarvel)... Akhirnya.. Keren juga sih, segala keinginan sebagai pria sejati dan perkasa rasanya terpenuhi.. Sampai akhirnya pengen serius dan menikah, tiba2 dikasih Tuhan rahmat, melalui dapat pacar religius/lebih kenal Tuhan (sekarang udah istri ya 😎)

Akhirnya aku pengen jadi kudus (tanpa ngerti maksudnya, cuma ngerti benefitnya, dan PUJI TUHAN sekarang udah di jalan yang benar walau belum sempurna juga 😆). Langsung kerasa manfaatnya, semakin hari semakin kudus... Semakin kudus semakin damai di hati... Semakin damai di hati semakin tau cara nyenengin Tuhan, Bapa kita di Surga, dan semakin ingin nyenengin Tuhan... Akhirnya dikabulkan deh keinginanku (90%, termasuk finansial dan ke-KEREN-an). 

POINNYA adalah, ketika semakin kudus, kita minta apa2 sudah bukan untuk diri sendiri, We are on a Whole Different Level of Humanity.. Misal, aku minta uang, tujuanku bukan untuk gaya, tapi nyenengin istri yang sudah dititipkan Tuhan, menuhi kebutuhan anak yang akan dikasih Tuhan, untuk menyalurkan berkat ke lingkunganku yang (menurutku) banyak orang cuma peduli di omongan... Akhirnya Tuhan SALURKAN (bukan berikan) ke aku.. Lalu bonusnya, makin dibilang keren juga sama orang banyak... Keren yang lain, karena cool, percaya diri (sampai sdh tdk perlu pikir kepentingan sendiri... Padahal karena "MBO HUAT" dan akhirnya percaya Tuhan, bukan percaya diri 😝😝), juga karena Tuhan yang kasih aku ke-keren-an agar aku bisa apostolik (ngajak orang hidup kudus dalam Yesus) dengan berhasil (karena kalau keren lebih gampang dipercaya, makanya Tuhan bentuk fisik dan pancaranku semakin keren)...

Yohanes 3:30 berkata, "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil."

Semoga Tuhan Yesus, juruselamat kita, memberkati kita. Amin

Comments

Popular posts from this blog

1 Apr 2019 - Iman, Harapan

Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup! " Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. (Yoh 4:50-51) Hari ini aku mengalami ujian iman. Aku melakukan kesalahan, pada nasabah, nasabahku di deposito reksadana transfer mendadak, dan aku lupa booking unit, PLUS SALAH NAMA REKENING REKSADANA. Aku sangat ketakutan, tapi firman Tuhan hari ini adalah tentang iman. "Anakmu hidup!" Kata-kata Yesus itu berkumandang di hati dan pikiran... Akhirnya aku putuskan untuk berdoa berharap uang tetap bisa masuk dan terverifikasi. Di mobil aku tergoda untuk mengecek lagi, tapi Tuhan mengingatkan "Anakmu hidup!", maka aku tunda keinginanku mengecek, dan menunggu sampai rumah untuk cek..... Bukan menyepelekan, tapi membuktikan iman secara pribadi pada Tuhan, dan setelah pulang cek artinya bertanggung jawab atas akibat, dan percay...

5 Apr 2019 - Tuhan bukan hanya Hakim

Kalau engkau jahat, Tuhan akan menjadi hakim yang menakutkan bagimu... Kau akan dituntut, dsb... ITU BAGI AGAMA DI LUAR KRISTEN yang belum kenal YESUS . Sebenarnya Kristen dan Katolik pun bila masih agama asal (Yahudi, Abrahamik), sama. Namun kita beruntung sudah kenal Yesus. Yesus satu-satunya penyebar ajaran/agama, yang bukan muncul tiba-tiba, melainkan sudah diwahyukan banyak orang dan nabi sebelumnya, dan DIA SATU-SATUNYA YANG ¹MEMBUAT MUKJIZAT ILAHI DAN ²YANG BERKATA "AKULAH JALAN", BUKAN "AKU MENEMUKAN JALAN" . Khususnya di Katolik, Yesus sudah menunjuk umat untuk taat pada gereja yang didirikan-Nya di atas batu karang (Petrus), dan semua rasul (yang diteruskan para uskup) yang dikepalai Petrus (yang diteruskan Paus), meneguhkan dan menyaksikan kebenaran Yesus. Karena itu, di Katolik, Tuhan bukan hanya hakim, melainkan juga Yesus, sahabat kita, yang memberitahukan rencana Bapa pada kita, rencana keselamatan, bukan sekedar rencana penghakiman saja. Maka...